Semarak Dies Natalis ke-62 FPIK IPB: Lomba Mancing Perdana Jadi Ajang Kebersamaan

Bogor, 13 September 2025 – Rangkaian Dies Natalis ke-62 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University semakin meriah dengan terselenggaranya Lomba Mancing antar-departemen yang digelar di Kolam Babakan Dramaga. Kegiatan ini menjadi perlombaan perdana dalam sejarah Dies FPIK, yang tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi tetapi juga memperkuat identitas khas bidang perikanan. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FPIK IPB, dan dilanjutkan dengan laporan ketua panitia Dr. Fis Purwangka. Dalam sambutan pembuka, Dekan FPIK menyampaikan bahwa lomba ini menjadi salah satu momentum istimewa. “Perlombaan mancing ini untuk pertama kalinya kita selenggarakan dalam rangkaian Dies Natalis. Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga mencerminkan ciri khas FPIK yang selalu dekat dengan dunia perikanan,” ungkap beliau. Lomba berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh tim-tim perwakilan dari enam unit, yaitu Departemen Budidaya Perairan (BDP), Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Teknologi Hasil Perairan (THP), Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), serta tim Dekanat. Setiap tim terdiri dari unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan, dengan kekompakan dan sportivitas menjadi nilai utama. Setelah melalui persaingan seru, panitia menetapkan para pemenang lomba mancing sebagai berikut:

  • Juara 1: Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK)
  • Juara 2: Tim Dekanat
  • Juara 3: Departemen Budidaya Perairan (BDP)

Kemeriahan lomba ini menunjukkan semangat kebersamaan keluarga besar FPIK IPB. Selain sebagai ajang kompetisi sehat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi agenda rutin Dies Natalis berikutnya. Dengan adanya lomba mancing ini, Dies FPIK ke-62 bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga menjadi simbol kekompakan dan kebanggaan sivitas akademika terhadap identitas perikanan dan kelautan.

Empat Profesor FPIK IPB Bogor Melakukan Kegiatan Dospulkam di Desa Beriga Kabupaten Bangka Tengah.

Bangka Tengah – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Dosen Pulang Kampung kembali menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir. Kali ini, tim peneliti IPB bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) untuk nelayan Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, pada 5–6 Agustus 2025.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dan dihadiri oleh Kepala Bappeda Litbang Bangka Tengah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah, serta jajaran perangkat daerah terkait. Tim Dospulkan FPIK IPB yang hadir, adalah Prof. Mohammad Imron,  Prof. Mulyono, Prof. Sugeng Hari Wisudo dan Prof. Uju

Prof. Mohammad Imron selaku ketua tim menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas nelayan melalui teknologi, tetapi juga pengolahan hasil perikanan untuk peningkatan nilai tambah. “Hari ini kita memperkenalkan, mesin pendingin portable berbasis panel surya, atraktor cumi serta echosounder dan fishfinder untuk mendeteksi kelompok ikan di laut. Selain itu, ada pelatihan pengolahan berbahan dasar ikan untuk dibagikan ke anak-anak PAUD, serta pelatihan packaging bumbu lempah kuning khas Bangka,” jelasnya.

Teknologi yang Diperkenalkan

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Coolbox pendingin portable dengan panel surya sebagai sumber listriknya, yang dapat menggantikan es batu. Alat ini menggunakan beberapa elemen seperti kompresor, kondensor, inverter,  aki, coolbox dan panel surya sebagai sumber energi, dll, mampu bertahan hingga 10 jam, dengan biaya pembuatan Rp7–8 juta. Perangkat ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan nelayan.

Selain itu, diperkenalkan juga tentang atraktor cumi yang telah diuji coba di beberapa daerah pesisir diperkenalkan untuk meningkatkan hasil tangkapan cumi. Teknologi echosounder juga dipaparkan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan ikan di kedalaman laut, sehingga memudahkan nelayan menentukan lokasi tangkap yang efektif.

Dukungan Pemerintah dan Manfaat Bagi Nelayan

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengapresiasi langkah IPB yang membawa teknologi dan pengetahuan baru ke daerahnya. “Program ini menjadi peluang emas bagi nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkap dan kesejahteraan. Kehadiran para profesor ini adalah bukti nyata kepedulian mereka terhadap masyarakat pesisir,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 nelayan Desa Batu Beriga, serta bantuan alat Garmin Fishfinder dari Tim Garmin Marine kepada Koperasi Nelayan setempat.

Pelatihan Olahan dan Edukasi Gizi

Tidak hanya berfokus pada teknologi tangkap, tim IPB juga memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk olahan bergizi yang dibagikan kepada anak-anak PAUD di Batu Beriga. Selain itu, mereka mengajarkan teknik pengemasan bumbu lempah kuning khas Bangka untuk memperluas peluang pemasaran. Dengan kombinasi teknologi penangkapan modern dan inovasi pengolahan hasil laut, diharapkan nelayan Batu Beriga mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, dan kesejahteraan keluarga.

1 5 6 7 8 9 49