Inovasi Cegah Stunting: Dosen IPB Perkenalkan Fortifikasi Tepung Ikan pada Produk Makanan Balita
Kebumen (06/07/2025) – Tim Dosen Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa IPB yang terdiri dari Prof Tri Wiji Nurani; Dr Yopi Novita; Dr Retno Muninggar; P. Ika Wahyuningrum, MSi; Sari Rama Dianti, SPi; dan Ridwan Hardiansyah, SE.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pencegahan Stunting di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen melalui Fortifikasi Tepung Ikan pada Produk Makanan untuk Balita”. Kegiatan diawali dengan sosialisasi pencegahan stunting untuk balita dan pelatihan pembuatan makanan untuk balita dengan fortifikasi tepung ikan. Beberapa resep masakan dipraktekkan dengan menambahkan tepung ikan pada olahan makanan dengan tujuan menambah gizi ikan dalam makanan yang akan diberikan kepada balita. Kegiatan diikuti oleh Perangkat Desa Kebakalan, Ibu-ibu PKK, Muslimat, Fatayat, dan Kader Posyandu dengan total peserta mencapai 35 orang.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kebakalan, R. Wiwit Setiyawan Wijayanto, S.Sos, menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik kegiatan ini. Beliau menilai bahwa pemberian tepung ikan dalam olahan pangan merupakan ide menarik yang dapat menjamin pemberian gizi ikan setiap saat. Mengingat keberadaan ikan di Desa Kebakalan agak sulit diperoleh dikarenakan posisi desa yang berada cukup jauh dari pantai. “Program ini tidak hanya bermanfaat bagi anak cucu kita, melainkan juga bermanfaat bagi kita semua. Harapannya, ibu-ibu Desa Kebakalan menjadi wanita tangguh yang dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga”, tegas Bapak R.Wiwit menutup sambutannya.
Ketua Tim Dospulkam IPB, Prof. Dr. Ir. Tri Wiji Nurani, MSi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Riset Nasional tahun 2024, yang sebelumnya telah melakukan fortifikasi tepung ikan pada produk lanting khas Kebumen. Pembuatan tepung ikan dilakukan dalam rangka memanfaatkan keberadaan ikan-ikan rucah yang banyak dibuang oleh nelayan. Tepung ikan tidak saja dapat dibuat dari ikan rucah yang merupakan hasil tangkapan ikan di laut, akan tetapi dapat dibuat dari ikan jenis apapun yang tersedia di masyarakat. Keberadaan tepung ikan menjadi cara cerdas untuk selalu mendapatkan gizi ikan secara berkelanjutan karena menyisipkannya dalam berbagai produk olahan makanan yang disukai oleh anak-anak dan anggota keluarga lainnya. “Semoga hasil dari program Dospulkam ini dapat terus berlanjut, para kader-kader desa bisa menyampaikan melanjutkan penyuluhan ini ke tingkat rumah tangga”, ujar Prof Tri Wiji Nurani.
Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan staff Bapperida Kabupaten Kebumen, Hantari Mahadewi, SP, beliau mengapresiasi kegiatan Dospulkam ini sebagai Langkah awal yang potensial. Ia mengungkapkan bahwa Kebumen memiliki potensi perikanan laut yang besar, namun juga masih menghadapi tantangan kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. “Kami berharap program seperti ini bisa berlanjut dan bersinergi dengan Bapperida,” ungkapnya.
Sementara itu, Iin Latifa, ST, staff Bapperida lainnya menambahkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dengan menargetkan balita, akan tetapi juga calon pengantin dan ibu hamil. Acara ditutup dengan sesi praktik memasak bersama menggunakan tepung ikan yang didampingi oleh para dosen PSP FPIK IPB. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Bahkan beberapa ibu mulai menyusun ide untuk olahan makanan lainnya dari tepung ikan. Dalam wawancara singkat dengan beberapa ibu-ibu peserta kegiatan, mereka menyatakan bahwa penambahan tepung ikan dalam olahan makanan menambah aroma gurih pada masakan. Ketua PKK Desa Kebakalan, Indra Wahyuni, juga menyampaikan bahwa tepung ikan berpotensi dikembangkan menjadi produk UMKM desa yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dan dapat dikembangkan menjadi ide usaha baru di Desa Kebakalan.









