Pengukuhan Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknologi Perikanan Laut Periode 2019-2020


Bogor- Kamis (28/11) telah dilaksanakan pengukuhan ketua forum Teknologi Perikanan Laut (TPL) Institut Pertanian Bogor periode 2019-2020 dengan ketua terpilih Regi Darmawan dari angkatan 56. Perlu diketahui bahwa kegiatan pemilihan telah dilaksanakan pada tanggal 25-27 November 2019. Daftar pemilih sejumlah 73 mahasiswa terterdiri dari mahasiswa aktif pascasarjana Program Studi Teknologi Perikanan Laut Institut Pertanian Bogor angkatan 54, 55 dan 56. Total suara masuk sejumlah 63 suara, yang mana 55 suara sah dan 8 suara tidak sah. Regi Darmawan memperoleh suara tertinggi dengan persentase 43,6 %. Berlangsungnya kegiatan pengukuhan sekaligus sebagai tanda berakhirnya Kepengurusan Forum TPL periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Sugandi digantikan oleh kepengurusan periode 2019-2020.

Kegiatan pengukuhan berlangsung selama pukul 13.20 hingga 14.50 WIB, diikuti oleh sejumlahmahasiswa aktif TPL angkatan 54, 55 dan 56. Pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IPB kemudian dilanjutkan beberapa sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Sugandi selaku ketua forum TPL periode 2018-2019, dilanjutkan Kiki Yulianto selaku ketua forum Mahasiswa Pascasarjana IPB. Sambutan juga disampaikan oleh program studi TPL yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. Vita Rumanti K, S.Pi., M.T. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap adanya forum TPL sehingga dapat menjadi wadah diskusi dan menjalin silaturahmi bagi mahasiswa TPL baik yang masih aktif maupun yang sudah lulus. Selain perwakilan prodi, pengukuhan juga turut dihadiri oleh Dr. Iin Solihin, S.Pi., M.Si selaku perwakilan departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Kegiatan pengukuhan berlangsung secara khidmat. Usai pengukuhan, Regi Darmawan selaku ketua terpilih, menyampaikan prakata dan menjelaskan lebih lanjut terkait visi misi yang diusungnya sekaligus mengenalkan pengurus harian. Regi Darmawan melabuhkan pilihan kepada M. Johar Rudin untuk menjadi wakil, Irma Dwi Maulina sebagai sekretaris dan Nurani Khoerunnisa sebagai bendahara. Kegiatan diakhiri dengan doa dan dilanjutkan sesi foto bersama. Semoga ketua terpilih dengan kepengurusan yang baru dapat melaksanakan amanah, menjalankan roda organisasi sesuai dengan visi-misi serta menjadi ladang menebar kebermanfaatan.

Seminar Perikanan Tangkap ke-8 “Arah Pembangunan Perikanan Tangkap Masa Depan: Pendekatan Transdisiplin untuk Pengembangan Perikanan Tangkap Berkelanjutan”

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakulta Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB dan Forum Komunikasi Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) menggelar Seminar Perikanan Tangkap ke-8 dengan mengusung tema “Arah Pembangunan Perikanan Tangkap Masa Depan: Pendekatan Transdisiplin untuk Pengembangan Perikanan Tangkap Berkelanjutan”  di IPB International Convention Center, Bogor tanggal 17 Oktober 2019.

Tema ini merupakan tanggapan terhadap perkembangan terkini perikanan tangkap nasional dan regional yang memerlukan perhatian dari berbagai kalangan, baik kalangan akademisi, bisnis maupun pemerintahan dan kelompok masyarakat.

Rektor IPB University, Dr. Ir. Arif Satria menandaskan pentingnya transdisiplin riset dan kolaborasi. “ IPB telah memiliki konsep ke depan untuk Agromaritim, semua harus berbasis teknologi yang melibatkan keilmuan yang berbeda-beda. Konsep baru IPB adalah Agromaritim 4.0. Dalam konsep ini laut dan darat menjadi satu kesatuan. Untuk itu penting adanya eco region dan tata ruang hulu hingga hilir, “ jelas Rektor. Lebih lanjut Rektor mengatakan, konsep ini tidak bisa dilakukan dengan monodisiplin namun harus transdisiplin.

Penting diketahui bahwa perikanan tangkap berperan penting dalam perekonomian dunia, utamanya sebagai sumber pangan protein, mata pencaharian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, dan juga sebagai bukti kedaulatan di Kawasan perairan. Peran Perikanan Tangkap yang tidak tergantikan oleh kegiatan lain ini, memerlukan pendekatan komprehensif dan transdisiplin dalam rangka mewujudkan pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan.

Dr. Ir. M. Fedi A. Sondita, M.Sc, selaku Ketua Panitia Penyelenggara juga menandaskan bahwa urgensi transdisiplin dalam pengembangan perikanan tangkap berkelanjutan didasarkan ada kekhawatiran status sumberdaya ikan yang kian menurun akibat ekploitasi belebihan yang disebabkan oleh lemahnya kebijakan dari pengambil keputusan dan sikap para pelaku bisnis di berbagai negara maju dan berkembang.

“Langkah-langkah yang harus dilakukan seperti antara lain penerapan penggunaan teknologi maju yang pantas diterapkan, kesadaran dan wawasan penangkap ikan dan consumer terhadap permasalahan lingkungan, perbaikan kapasitas nelayan untuk beradaptasi terhadap permasalahan baru yang muncul, sinergi antara sektor ekonomi dan pendekatan baru dalam mengembangkan kebijakan perikanan dan kelautan dan tata kelola serta upaya bersama dari berbagai stakeholders (bukan hanya satu kementerian) diperlukan untuk memperjuangkan terwujudnya perikanan yang berkelanjutan, “ urai Dr. Fedi

Acara ini menghadirkan pembicara yang mewakili Lembaga dan bidang ilmunya, yaitu: Dr. Arif Satria, SP, MSi (Rektor IPB), Dr. Arifin Rudiyanto, M.Sc (Bappenas), Ir. Abdul Kadir Damanik, MM (Kementerian Koperasi dan UKM), Machmud, SP, M.Sc (Ditjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP), Dr. Victor Nikijuluw (Conservation International-Indonesia), Prof Indra Jaya (IPB), Prof Agus Heri (KKP), Dr. Dedi Adhuri (LIPI), dan Dr. Budy Wiryawan (IPB)

Kegiatan ini juga dirangkai dengan the First Capture Fisheries International Symposium yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2019 dengan mengusung tema “Transdisciplinary Approaches Promoting Sustainable Marine Fisheries” yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara diantaranya Prof Neil Loneragan (Murdoch University Australia), Craig Proctor (CSIRO, Australia), Lida Pet Soede (PT Hatfield Indonesia), Alexander Douglas (Center for Humanitarian Dialogue, Switzerland), Dr M. Fedi A. Sondita (IPB University) dan Dr Darmawan (IPB University)

 

 

1 21 22 23 24 25 44