Empat Profesor FPIK IPB Bogor Melakukan Kegiatan Dospulkam di Desa Beriga Kabupaten Bangka Tengah.

Bangka Tengah – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Dosen Pulang Kampung kembali menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir. Kali ini, tim peneliti IPB bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) untuk nelayan Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, pada 5–6 Agustus 2025.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dan dihadiri oleh Kepala Bappeda Litbang Bangka Tengah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah, serta jajaran perangkat daerah terkait. Tim Dospulkan FPIK IPB yang hadir, adalah Prof. Mohammad Imron,  Prof. Mulyono, Prof. Sugeng Hari Wisudo dan Prof. Uju

Prof. Mohammad Imron selaku ketua tim menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas nelayan melalui teknologi, tetapi juga pengolahan hasil perikanan untuk peningkatan nilai tambah. “Hari ini kita memperkenalkan, mesin pendingin portable berbasis panel surya, atraktor cumi serta echosounder dan fishfinder untuk mendeteksi kelompok ikan di laut. Selain itu, ada pelatihan pengolahan berbahan dasar ikan untuk dibagikan ke anak-anak PAUD, serta pelatihan packaging bumbu lempah kuning khas Bangka,” jelasnya.

Teknologi yang Diperkenalkan

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Coolbox pendingin portable dengan panel surya sebagai sumber listriknya, yang dapat menggantikan es batu. Alat ini menggunakan beberapa elemen seperti kompresor, kondensor, inverter,  aki, coolbox dan panel surya sebagai sumber energi, dll, mampu bertahan hingga 10 jam, dengan biaya pembuatan Rp7–8 juta. Perangkat ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan nelayan.

Selain itu, diperkenalkan juga tentang atraktor cumi yang telah diuji coba di beberapa daerah pesisir diperkenalkan untuk meningkatkan hasil tangkapan cumi. Teknologi echosounder juga dipaparkan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan ikan di kedalaman laut, sehingga memudahkan nelayan menentukan lokasi tangkap yang efektif.

Dukungan Pemerintah dan Manfaat Bagi Nelayan

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengapresiasi langkah IPB yang membawa teknologi dan pengetahuan baru ke daerahnya. “Program ini menjadi peluang emas bagi nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkap dan kesejahteraan. Kehadiran para profesor ini adalah bukti nyata kepedulian mereka terhadap masyarakat pesisir,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 nelayan Desa Batu Beriga, serta bantuan alat Garmin Fishfinder dari Tim Garmin Marine kepada Koperasi Nelayan setempat.

Pelatihan Olahan dan Edukasi Gizi

Tidak hanya berfokus pada teknologi tangkap, tim IPB juga memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk olahan bergizi yang dibagikan kepada anak-anak PAUD di Batu Beriga. Selain itu, mereka mengajarkan teknik pengemasan bumbu lempah kuning khas Bangka untuk memperluas peluang pemasaran. Dengan kombinasi teknologi penangkapan modern dan inovasi pengolahan hasil laut, diharapkan nelayan Batu Beriga mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, dan kesejahteraan keluarga.

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK IPB Dan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Bersinergi Mendorong Penangkapan Ikan Yang Ramah Lingkungan.

Tangerang, 29 Juli 2025 – Civitas Akademika IPB bekerja sama dengan Dinas  Kelautan  dan Perikanan Propinsi Banten  pada hari Selasa, 29 Juli 2025 menggelar kegiatan Bersama untuk mendorong kegiatan Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan. Pembukaan Pelaksanaan Kegiatan dilakukan oleh Asep Ubaidillah selaku Kepala Cabang Dinas Perikanan dan Kelautan Wilayah Utara Propinsi Banten. Pada sambutannya Bapak Asep Ubaidillah menekankan pentingnya penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan untuk menjaga sumberdaya perikanan dan kelautan agar tetap lestari.

Kegiatan dengan tema “ Penggunaan Turtle Excluder Device  (TED) Pada Jaring Arad Sebagai Upaya Migrasi Menjadi Jaring Hela Untuk Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan Di Teluk Banten Provinsi Banten” dilakukan oleh  Civitas Academica IPB University dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten. Kegiatan tersebut digagas oleh Direktorat Pengembangan  Masyarakat Agromaritim IPB  dengan mengambil momen kegiatan Dosen Pulang Kampung. Kegiatan Dosen Pulang Kampung yang dilakukan meliputi sosialisasi alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan, sosialisasi penggunaan  Turtle Excluder Device (TED) pada jarring arad untuk mengurangi hasil tangkapan sampingan guna memperbaiki stok sumberdaya ikan, Focus Group Discussion mengenai  Turtle Excluder Device (TED)   dan perkembangannya maupun sosialisasi bahaya penggunaan  jaring arad terhadap keberlanjutan sumberdaya dan  upaya migrasi dari jaring arad  ke penggunaan pukat hela sesuai Kepmen No 36 Tahun 2023.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Cituis bertempat di aula kantor Kepala Cabang Dinas Perikanan dan Kelautan Wilayah Utara Propinsi Banten tersebut mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat nelayan.  

Sasaran dari program ini adalah para nelayan yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan Cituis. Yang menjadi pembicara pada kegiatan Dosen Pulang Kampung tersebut adalah Dr. Mokhamad Dahri Iskandar sebagai Ketua Tim, Prof. Dr. Ronni I Wahyu dan Tri Nanda Citra Bangun Spi, MSi.

Kegiatan Dosen Pulang Kampung ini diharapkan  dapat memberikan pengetahuan dan memperluas wawasan agar nelayan dan pelaku usaha perikanan tangkap agar semakin aware untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan memastikan kelestarian sumber daya ikan untuk generasi sekarang dan masa depan. Selanjutnya secara bersama-sama masyarakat nelayan diharapkan dapat menjaga ekosistem laut agar tetap dapat dimanfaatkan secara lestari. Secara spesifik Dr. Dahri Iskandar menyampaikan bahwa masa depan anak cucu kita ada di laut. Karena 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut. Pada kesempatan tersebut Prof. Ronni I Wahyu menyampaikan secara teknis metode untuk mengurangi hasil tangkapan sampingan pada alat tangkap pukat hela  sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan kegiatan penangkapan ikan ramah lingkungan. Praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan merupakan kegiatan penangkapan ikan yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti kerusakan habitat laut dan penangkapan ikan baik yang dilindungi maupun belum layak tangkap yang tidak disengaja. Sehubungan dengan kegiatan penangkapan ikan di Perairan Pantai Utara Jawa termasuk di Teluk Banten, Prof. Ronni I Wahyu menekankan pentingnya upaya migrasi penggunaan jaring arad menjadi pukat hela. Penangkapan dengan menggunakan pukat hela yang ramah lingkungan perlu dilengkapi dengan Turtle Excluder Device (TED). Prof. Ronni menguraikan berbagai jenis TED yang aman dan nyaman digunakan oleh nelayan agar performa alat tangkap ketika dioperasikan di laut tetap stabil dan tetap mampu memberikan hasil tangkapan yang optimal. Pada kegiatan penangkapan ikan salah satu hal penting yang saat ini masih belum begitu diperhatikan oleh nelayan adalah keselamatan dan keamanan kerja di laut. Oleh karena itu Tri Nanda Citra Bangun menyampaikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh nelayan pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut. Poin penting yang harus diperhatikan oleh nelayan adalah beberapa alat keselamatan di kapal yang harus dibawa oleh nelayan sebagai salah satu upaya untuk penyelamatan diri pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan.

Dengan mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mentransfer pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, baik antar individu maupun melalui KUB (kelompok usaha bersama) yang diikutinya. Pengetahuan dalam menentukan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan selanjutnya bisa terus dilakukan agar bisa  lebih adaptif dan dapat menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan tambah Kasi Jasa Pelayanan Usaha Kelautan Kepala Cabang Dinas  Utara Propinsi Banten Bapak Febri Aldilla. Subsidi BBM juga kelak bias menjadi salah satu insentif bagi nelayan yang mau menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Sebagai informasi program Dosen Pulang Kampung yang dilakukan oleh Civitas Cademica IPB University bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Banten juga menjadi sarana untuk menjalin kedekatan emosional antara Perguruan Tinggi dengan masyarakat nelayan yang nantinya bermanfaat bagi kelestarian sumberdaya ikan. Yang lebih penting diingat adalah Menjaga Laut berarti Menjaga Masa Depan, tambah Dr. Dahri Iskandar

1 2 3 4 44