Cegah Stunting dari Pekarangan: IPB University Dorong RW 14 Cilebut Timur Jadi Kampung Mandiri Pangan

BOGOR – Dalam upaya menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga, tim Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menggelar aksi nyata di Perumahan Bumi Pertiwi 2, Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan pengabdian bertajuk “Ikan untuk Masa Depan: Inovasi Budidaya dan Fortifikasi Pangan untuk Mencegah Stunting” ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Himpunan Alumni FPIK IPB.

Kegiatan ini dihadiri oleh kader Posyandu, kader Bank Sampah, kader Kampung Ramah Lingkungan (KRL), kelompok tani, serta warga RW 14 Bumi Pertiwi 2.

Acara dibuka oleh Prima Sukmana Resma selaku Ketua RW 14, yang menyambut baik kehadiran para akademisi dan alumni IPB University di lingkungannya. “Kami sangat menyambut baik kegiatan Dosen Pulang Kampung ini. Inovasi yang dihadirkan sangat selaras dengan visi kami untuk mewujudkan RW 14 sebagai kampung mandiri, di mana warga berdaya memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara swadaya,” ungkap Ketua RW 14 dalam sambutannya.

Ketua Tim DOSPULKAM FPIK IPB, Tri Nanda Citra Bangun, S.Pi, M.Si, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada penerapan solusi praktis untuk lahan terbatas melalui dua materi utama, yakni Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) serta fortifikasi tepung ikan lele.

Budikdamber memungkinkan warga memelihara ikan lele sekaligus menanam sayuran dalam satu wadah secara hemat tempat. Di sisi lain, teknik fortifikasi tepung lele diajarkan sebagai cara kreatif mengolah lele menjadi sumber protein konsentrat yang mudah dicampurkan ke dalam menu harian anak guna mencegah risiko stunting.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi pemaparan hingga praktik langsung. Para kader dan warga menilai materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

“Pelatihan tepung ikan lele ini sangat membantu tugas kami di Posyandu. Banyak anak kecil yang sulit makan ikan utuh, tetapi kalau dijadikan tepung dan dicampur ke olahan makanan lain, anak-anak pasti suka dan gizi mereka tetap terpenuhi,” kata Bu Dewi, salah satu kader Posyandu RW 14.

Manfaat senada dirasakan oleh Pak Haryo, perwakilan kelompok tani setempat. “Teknik Budikdamber sangat pas untuk pemukiman di sini yang lahannya terbatas. Terima kasih kepada tim IPB University. Kami berharap ilmu ini terus berlanjut menjadi gerakan konsumsi pangan sehat di setiap pekarangan warga,” tuturnya. Sinergi antara akademisi, alumni, dan warga Cilebut Timur ini diharapkan dapat terus bergulir menjadi gerakan pangan bergizi yang berkelanjutan demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, tangguh, dan berdaya.

Badong di Palabuhanratu membutuhkan inovasi atraktor booster umpan beku dan sabut kelapa untuk meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan skala kecil serta keberlanjutan sumberdaya ikan

Kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi telah dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2026 oleh Tim DOSPULKAM IPB dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Tim DOSPULKAM terdiri dari Dr. Zulkarnain, Dr. Wazir Mawardi, Prof. Ronny Irawan Wahju, Dr. Fis Furwangka, Prof. Eko Sri Wiyono, Furqan, S.Pt, M.Si, Muhammad Salman Ghiffary, Lafaiza Bil Izataqi Wicaksana, Nicholas Putra Ramadhan dan Teknisi Stasiun Lapang Kelautan IPB Syarif Budiman, S.Pi, M.Si, Arik Permana, S.Pi, M.Si., dan Ende Kasma, S.Pi, M.Si.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan dihadiri oleh Mitra program yaitu KUB Ratu Sagara Mandiri yang terdiri dari Ipi Iskandar sebagai Ketua KUB, pemilik badong, pemilik kapal badong, pemancing-pemancing lokal sebagai anggota KUB yang disebut dengan GNR Fishing. Sementara undangan yang hadir lainnya adalah Sekretaris Desa Loji Bapak Hadiansyah dan instansi Bapperida Kabupaten Sukabumi, yaitu Heryanto Romario Sihite, S.Si, MM, Yunita Nur Fadilla, SE, dan Mochamad Herlan, M.Pd. Tema kegiatan program adalah Diseminasi inovasi booster umpan dan sabut kelapa sebagai atraktor pengumpul ikan yang efektif pada bagan apung wisata pancing (Badong) di Palabuhanratu.

Ketua Tim DOSPULKAM, Dr. Zulkarnain menyampaikan bahwa Pemberdayaan Masyarakat adalah salah satu amanah dari Tridarma Perguruan Tinggi dan Departemen PSP FPIK IPB selalu siap untuk bersinerji dengan stakeholders di Palabuhanratu untuk memberikan akses informasi pengembangan IPTEK yang telah dihasilkan oleh kampus sekaligus melaksanakan diseminasi inovasi teknologi hasil penelitian kepada masyarakat nelayan untuk dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan dan sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan. Selanjutnya dikatakannya juga bahwa kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap pancing di badong memiliki peranan yang sangat penting, yaitu: (1) Menjadi kegiatan wisata pancing di laut bagi wisatawan yang berasal dari luar wilayah Palabuhanratu pada saat liburan akhir pekan (weekend); (2) Sebagai kegiatan mata pencaharian bagi masyarakat umum penghobi mancing ikan di laut; (3) Sebagai kegiatan alternatif mencari nafkah bagi nelayan skala kecil dan masyarakat umum;  (4) Menjadi alternatif utama sebagai pengganti alat tangkap bagan liftnet yang tidak selektif terhadap ukuran ikan yang tertangkap yang dapat mengganggu keberlanjutan sumberdaya ikan.

Booster umpan beku yang telah dikembangkan dalam penelitian sebelumnya menggunakan ukuran berat yang tetap selama waktu perendaman 12 jam operasi penangkapan. Ukuran berat booster umpan beku, jenis umpan dan peningkatan produksi hasil tangkapan (margin produksi) pada alat tangkap bagan liftnet, yaitu: (a) 2,5 kg, jenis ikan tembang (umpan tunggal), margin produksi 143,5% (Zalzati et al., 2019);  (b) 300 g, cacing tanah (umpan tunggal), margin produksi 156,6% (Imaduddin et al., 2019); (c) 1,25 kg, jenis ikan tembang (umpan tunggal), margin produksi 113,6% (Adjiatma et al., 2020); (d) 250 g, cacing tanah (umpan tunggal), margin produksi 117% (Zulkarnain et al., 2021); (e) 1,5 kg, jenis ikan tembang 900 g dan cumi-cumi 600 g (umpan campuran), margin produksi 165,1% (Zulkarnain et al., 2023); (f) 1,8 kg, jenis ikan tembang 1,5 kg dan cumi-cumi 300 g (umpan campuran), margin produksi 116,5% (Zulkarnain et al., 2025). Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, dibutuhkan jumlah booster umpan beku yang tepat selama perendaman 12 jam dan  efektif dapat mengumpulkan ikan dan memberikan jumlah hasil tangkapan yang optimal.

Setelah kegiatan sosialisasi program, tahap berikutnya dilakukan uji coba penangkapan ikan selama 6 trip dengan tiga perlakuan yang berbeda pada tiga badong dan dioperasikan secara bersamaan. Badong beroperasi sejak sore hari hingga pagi hari. Atraktor sabut kelapa sudah terpasang di badong 2 minggu sebelumnya. Booster umpan beku dipasang pada badong sejak pukul 18.00 WIB hingga pagi hari pukul 06.00 WIB, sehingga lama perendaman booster umpan beku adalah 12 jam di malam hari. Ketiga badong menggunakan jumlah booster umpan yang berbeda selama pengoperasian 12 jam di malam hari. Badong 01 menggunakan 1,5 kg booster umpan beku (3 boks) per 12 jam tanpa penambahan booster umpan beku, sehingga total booster umpan beku yang digunakan 1,5 kg. Badong 03 menggunakan 1,5 kg booster umpan beku (3 boks) per 6 jam dengan penambahan booster umpan beku 1,5 kg (3 boks) pada pukul 24.00 WIB, sehingga total booster umpan beku yang digunakan 3 kg. Badong 05 menggunakan 1,5 kg booster umpan beku (3 boks) per 4 jam dengan penambahan booster umpan beku 1,5 kg (3 boks) pada pukul 22.00 WIB dan pukul 02.00 WIB, sehingga total booster umpan beku yang digunakan 4,5 kg.

Kegiatan uji coba memberikan hasil yang sangat baik dan menggembirakan bagi KUB Ratu Sagara Mandiri dan para pemancing di badong. Secara umum, dalam 6 trip uji coba penangkapan ikan, Badong 05 memberikan hasil tangkapan yang terbaik. Jenis ikan dominan yang tertangkap adalah ikan layur (Trichiurus lepturus). Hasil tangkapan ikan pada badong 01 sebesar 98,9 kg (19%), Badong 03 sebesar 92,5 kg (17%), dan Badong 05 sebesar 342,4 kg (64%). Produktivitas hasil tangkapan ikan (kg/trip ± SE) pada Badong 01, Badong 03, dan Badong 05 masing-masing sebesar 16,48 kg ± 4,3; 15,41 kg ± 5; dan 57,06 kg ± 21,9. Dengan demikian margin produksi hasil tangkapan Badong 05 terhadap Badong 03 sebesar 270,3%. Margin produksi hasil tangkapan Badong 05 terhadap Badong 01 sebesar 246,3%.

Dengan demikian, Inovasi atraktor booster umpan dan sabut kelapa terbukti efektif untuk mengumpulkan ikan dan menjadi input teknologi inovasi tepat guna bagi perikanan badong yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan dan perekonomian nelayan sekaligus kelestarian sumberdaya ikan.

Dr. Zulkarnain

Hp. 08129934984 Email: zulkarnain@apps.ipb.ac.id

1 2 3 … 52