IPB University dan Pemkab Bangka Tengah Kolaborasi Gelar Bimbingan Teknis untuk Tingkatkan Keterampilan Nelayan di Desa Kulur Ilir, Bangka Tengah

IPB University berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui program Dana Padanan Kedaireka 2024 telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis yang ditujukan kepada nelayan, khususnya di Desa Kulur Ilir, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada kegiatan optimalisasi hulu-hilir perikanan cumi Bangka demi menjaga sumberdaya cumi sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan yang terdampak pencemaran penambangan timah.

Acara ini dihadiri oleh Algafry Rahman, S.T selaku Bupati Bangka Tengah, Tamimi selaku Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Dr. Joko Triadhi S.E, M.Si selaku Kepala Badan Bappelitbangda dan Arzali S.E selaku KaBid Litbang beserta para staf, Imam Soehadi S.Pi., M.Si selaku Kepala Dinas Perikanan dan Triono Aries Kurnia, S.Pi selaku KaBid Perikanan Tangkap beserta para staf, Camat Lubuk Besar, Kepala Desa Kulur Ilir, Penyuluh Perikanan dan 50 orang nelayan Desa Kulur Ilir. Kegiatan bimtek dilakukan di Pantai Desa Kulur Ilir pada hari Kamis (29/08/2024) yang bertujuan untuk pengembangan keterampilan praktis bagi nelayan melalui pelatihan pembuatan atraktor cumi-cumi dan baterai air laut.

Kegiatan diawali oleh sambutan Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc sebagai perwakilan dari IPB University menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dilakukan bersama Pemkab Bangka Tengah. “Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam penerapan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan di Bangka Tengah,” ujarnya. Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc juga berpesan bahwa pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di sektor perikanan sebagai sektor potensial dalam upaya pembangunan perekonomian di Bangka Tengah.

Dalam kesempatan ini, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman juga memberikan pengarahan dan menegaskan pentingnya optimalisasi hulu hilir perikanan cumi Bangka berbasis ekonomi biru sebagai upaya pengembangan sektor perikanan di Bangka Tengah. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu nelayan mengembangkan keahlian dalam optimalisasi hulu hilir pengelolaan cumi Bangka melalui pelatihan pembuatan atraktor cumi-cumi, baterai air laut, dan pengembangan kelembagaan nelayan yang aktif dan mandiri di Kabupaten Bangka Tengah.” jelasnya.

 

Penyerahan buku Teknologi Atraktor Cumi-cumi kepada Bupati Bangka Tengah juga dilakukan sebagai simbol kolaborasi yang berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis yang diisi oleh Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc sebagai narasumber materi Atraktor Cumi-cumi, juga hadir Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si selaku ketua tim Kedaireka yang memberikan materi mengenai Baterai Air Laut, Prof. Dr. Ir. Mohammad Imron, M.Si memberikan pengetahuan terkait Teknologi Rumah Ikan, dan Shidiq Lanang Prasetiyo, S.Pi, M.Si turut memberikan materi tentang Teknologi Rumpon. Selama kegiatan, nelayan berdiskusi dan didampingi untuk membuat 20 unit atraktor cumi-cumi dari drum bekas dan 5 unit baterai air laut.

Kegiatan Bimtek dilanjutkan pada keesokan hari pada tanggal 30 Agustus 2024. Pada hari kedua ini dilakukan simbolis pemasangan 2 buah atraktor cumi-cumi di perairan Kulur Ilir oleh Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, S.Pi, M.Si dan Ketua Tim Kedaireka, Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si. Kegiatan Bimtek ditutup dengan evaluasi dan diskusi bersama di Balai Pertemuan Warga Desa Kulur Ilir. Sebagai upaya keberlanjutan program, IPB turut menerjunkan 3 orang mahasiswa yang akan tinggal selama 3 bulan untuk mendampingi masyarakat sekaligus melaksanakan penelitian. Tim dari IPB berharap bahwa kolaborasi ini dapat menjadi model bagi pengembangan sektor perikanan di daerah lain, dan memberikan inspirasi untuk penerapan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ekonomi biru di Indonesia.

Peningkatan Indikator Kinerja Utama Program Studi Melalui Implementasi Pembelajaran Kolaboratif dan Riset Inovasi

Dalam rangka kegiatan Hibah Pengembangan Divisi IPB Tahun 2024, Divisi Kapal, Alat dan Transportasi Perikanan (Divisi KAT), menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembelajaran Kolaboratif dan Riset Inovasi yang diselenggarakan di Hotel Sahira, Sabtu 14 september 2024.  Workshop dihadiri oleh seluruh anggota Divisi KAT, sebanyak 14 orang.  Workshop dibuka oleh Ketua Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) FPIK IPB, Prof Dr Eko Sri Wiyono, MSi. Dalam sambutannya, Prof Eko menyampaikan bahwa IPB menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam bentuk Problem Base Learning (PBL) dan Project Base Learning (PjBL).  Penerapan pembelajaran PBL atau PjBL juga menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama  (IKU ) yaitu IKU 7, yang harus dicapai oleh setiap program studi.

Workshop menghadirkan 2 narasumber.  Narasumber pertama adalah Prof Dr Asep Supena, M.Psi.  Prof Asep adalah staf pengajar dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.  Prof Asep menyampaikan bahwa pembelajaran abad-21 mengusung 4C: Critical thinking, Communication, Creative thinking, dan Collaboration.  Sehingga penerapan metode pembelajaran kolaboratif berupa Problem Base Learning (PBL) dan Project Base Learning (PjPL) merupakan salah satu metode yang efektif untuk mencapai 4C bagi lulusan.  Komponen utama dalam penerapan PBL ataupun PjBL adalah keberadaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar, media ajar dan instrument penilaian.

Narasumber kedua adalah Dr Roza Yusfiandayani, SPi, MSi, staf pengajar dari Departemen PSP FPIK IPB dan sekaligus sebagai Wakil Kepala Tani dan Nelayan Center.  Dr Roza menyampaikan materi terkait “Tips and Trick Pembuatan  Proposal Penelitian”.  Hal utama dalam penyusunan dan pengajuan proposal penelitian adalah ketepatan dalam memilih skema penelitian dan mematuhi syarat administrasi yang ditetapkan.

Workshop diakhiri dengan diskusi internal antar anggota Divisi KAT dalam upaya revisi mata kuliah yang akan menerapkan pembelajaran kolaboratif dengan metode PBL ataupun PjBL serta penyusunan proposal penelitian divisi KAT.