{"id":382,"date":"2018-01-11T03:55:54","date_gmt":"2018-01-11T03:55:54","guid":{"rendered":"http:\/\/psp.fpik.ipb.ac.id\/?p=382"},"modified":"2018-01-11T03:55:54","modified_gmt":"2018-01-11T03:55:54","slug":"sea-shepherd-menuntut-uni-eropa-bertindak-terhadap-pembunuhan-paus-pilot-di-denmark","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/2018\/01\/11\/sea-shepherd-menuntut-uni-eropa-bertindak-terhadap-pembunuhan-paus-pilot-di-denmark\/","title":{"rendered":"Sea Shepherd Menuntut Uni Eropa Bertindak Terhadap Pembunuhan Paus Pilot di Denmark"},"content":{"rendered":"<p>Organisasi pelestarian laut asal Belanda, &#8216;Sea Shepherd&#8217; telah mengajukan permintaan kepada Komisi Eropa untuk mengambil proses hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan Denmark karena memfasilitasi pembantaian paus pilot dan <em>cetacea<\/em> lainnya di Kepulauan Faroe. Permintaan tersebut diajukan &#8220;dengan dukungan resmi 27 Anggota Parlemen Eropa&#8221;, menurut &#8216;Sea Shepherd&#8217;.<\/p>\n<p>Organisasi tersebut menyatakan bahwa setiap tahun, dari bulan Juni sampai November, ratusan paus pilot &#8220;dipaksa&#8221; untuk berenang ke arah pantai Kepulauan Faroe dengan menggunakan perahu motor, kemudian dibantai dalam sebuah praktik yang dikenal sebagai <strong>&#8220;grindadr\u00e1p&#8221;<\/strong>, atau <strong>Grind<\/strong>. Meskipun ada perintah Uni Eropa yang melarang negara anggota dari segala bentuk gangguan, penangkapan, atau pembunuhan <em>cetacea<\/em> yang disengaja, Kepulauan Faroe merupakan wilayah otonomi dari Denmark, tetapi bukan negara anggota Uni Eropa, oleh karena itu undang-undang Uni Eropa tidak berlaku di Kepulauan Faroe. <\/p>\n<p>Akan tetapi, &#8216;Sea Shepherd&#8217; menunjukkan bukti bahwa pejabat Denmark, termasuk polisi, angkatan laut, dan pabean, telah berpartisipasi aktif dalam <strong>Grind<\/strong>. Praktik ini diyakini telah menyebabkan kematian <em>cetacea<\/em> yang bertentangan dengan &#8220;Petunjuk Habitat Uni Eropa&#8221; mengenai Konservasi Habitat Alam serta Flora dan Fauna Liar, lanjut &#8216;Sea Shepherd&#8217;.<\/p>\n<p>&#8220;Membunuh paus dan lumba-lumba dilarang di Eropa,&#8221; kata Geert Vons, Direktur &#8216;Sea Shepherd&#8217;. &#8220;Dengan mendukung Kepulauan Faroe dalam pembunuhan paus pilot dan <em>cetacea<\/em> lainnya, Denmark memfasilitasi pembantaian tersebut dan gagal memenuhi kewajibannya sebagai anggota Uni Eropa,&#8221; katanya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Diterjemahkan dari artikel : <strong>Sea Shepherd Seeks EU Action against Denmark\u2019s Whale Killing<\/strong><br \/>\nSumber artikel : https:\/\/worldmaritimenews.com\/archives\/219828\/sea-shepherd-seeks-eu-action-against-denmarks-whale-killing\/<\/p>\n<p>`admin`<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Organisasi pelestarian laut asal Belanda, &#8216;Sea Shepherd&#8217; telah mengajukan permintaan kepada Komisi Eropa untuk mengambil proses hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan Denmark karena memfasilitasi pembantaian paus pilot dan cetacea lainnya di Kepulauan Faroe. Permintaan tersebut diajukan &#8220;dengan dukungan resmi 27 Anggota Parlemen Eropa&#8221;, menurut &#8216;Sea Shepherd&#8217;. Organisasi tersebut menyatakan bahwa setiap tahun, dari bulan Juni sampai November, ratusan paus pilot<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=382"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":383,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions\/383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psp.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}